AKHLAK MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH DI MUKA BUMI

Oleh : Al-Faqir Mulauddin (Kepala Pendidikan Ma’had Tuhfatul Islam)

Manusia sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT merupakan makhluk yang sangat sempurna dibanding dengan makhluk yang lainnya. Keberadaan manusia di muka bumi sangat berperan terhadap kehidupan di alam semesta ini. Manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk yang memiliki peran cukup besar untuk mengatur dan mengelola seluruh kekayaan alam di muka bumi ini.

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ فِى ٱلْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوٓا۟ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّىٓ أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ


“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
(QS. Al-Baqarah : 30)

Seorang khalifah merupakan sebutan untuk umat manusia dari Allah SWT yaitu sebagai pemimpin dimuka bumi ini tentu mendapatkan amanah dari Allah SWT untuk mengatur, mengelola, menjaga, memanfaatkan serta membudidayakan seluruh potensi yang ada dimuka bumi ini. Baik hal tersebut yang berada di darat, laut maupun yang berada di udara.

Rasulullah SAW bersabda :

المُسْلِمُوْنَ شُرَكَاءُ فِي ثَلَاثٍ فِي الْكَلِاَ وَ المَاءِ وَ النَّرِ

“Kaum Muslim berserikat dalam tiga hal, yaitu padang rumput, air dan api” (HR. Abu Daud)

 Hal itu semua merupakan sumber daya alam milik bersama yang diamanahkan oleh Allah SWT untuk dimanfaatkan bagi seluruh makhluk yang ada dimuka bumi ini. Dan manusia yang telah diamanahi oleh Allah SWT wajib menjaga amanah tersebut agar semua makhluk dapat menikmatinya. Baik itu sesama manusia, hewan atau tumbuh-tumbuhan. Oleh karena itu manusia perlu menyikapi hal itu semua dengan Akhlak.

Secara bahasa akhlak berasal dari akar kata (الخَلْقُ) yaitu gerakan dan sikap lahiriyah yang dapat diketahui dengan indera penglihat, dan juga berasal dari (الخُلْقُ) yaitu perangai dan sikap mental yang diketahui dengan bashiroh (mata hati). Secara istilah akhlak adalah sifat-sifat, perangai atau tabi’at seseorang dalam bergaul dengan orang lain atau dalam bermasyarakat.

Rasulullah SAW menjadi panutan bagi manusia telah memberikan contoh tentang akhlak yang disebutkan di dalam beberapa ayat dan hadits.

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu” (QS. Al-Ahzab : 21)

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ


 “dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qolam : 4)

Seorang tabi’in yakni Sa’d bin Hisyam bin Amir bertanya kepada ‘Aisyah RA :

يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ أَنْبِئِينِي عَنْ خُلُقِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ أَلَسْتَ تَقْرَأُ الْقُرْآنَ قُلْتُ بَلَى قَالَتْ فَإِنَّ خُلُقَ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ الْقُرْآنَ

“Wahai Ummul mukminin, beritahukanlah kepadaku tentang akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam!.’ ‘Aisyah menjawab; “Bukankah engkau telah membaca Alquran?” Aku menjawab; “Benar, ” Aisyah berkata; “Akhlak Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Al Quran.” (HR. Muslim No. 1233)

Dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik” (HR. Ahmad:  8595)

Dari beberapa penjelasan dalil tentang akhlak Rasulullah SAW diatas maka sudah selayaknya bagi seorang manusia meneladani akhlak yang mulia dari Rasulullah SAW sebagai suri tauladan bagi seluruh umat manusia yang ada di muka bumi ini.

Akhlak terbagi menjadi beberapa pembagian, jika dilihat dari sifat nya maka Akhlak terbagi menjadi 2 (dua) yakni, Akhlak Hasanah dan Akhlak Sayyiah.  Akhlak Hasanah adalah akhlak yang terpuji, seperti pemaaf, penyantun, dermawan, sabar, rohmat (kasih sayang), lemah lembut dan lainnya. Sedangkan Akhlak Sayyiah adalah akhlak yang tercela, yang merupakan lawan dari akhlak yang terpuji seperti pendendam, kikir, berkelu kesah, keras hati, pemarah dan lainnya.

Contoh pembagian akhlak diatas sebagian besar itu merupakan contoh kecil dari Akhlak kepada Manusia. Semoga Allah ﷻ mengkaruniai akhlak Hasanah kepada diri kita, anak dan keluarga kita terutama Akhlak Kepada Allah SWT, Akhlak Kepada Rasulullah SAW dan Akhlak Kepada sesama Manusia.