Oleh : Ustadz Abdul Gafur Abdullah, S.Pd (Kepala Divisi Kurikulum dan Bahasa)

Segala puji bagi Allah SWT yang dengan kekuasaannya dia menjadikan di antara manusia keluarga terdekatnya yaitu mereka yang dekat dan senantiasa mentadabburi ayat ayat Allah SWT.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah limpah kepada qudwah hasanah kita Muhammad rasullullah SAW yang dengan ketegaran dan kekuatan beliaulah mampu menehan rasa berat dan sakitnya dalam menerima wahyu yaitu wahyu Al-Quran.

Pembaca yang budiman, 14 tahun lamanya Allah SWT menurunkan Al-Quran lewat perantara malaikat jibril a.s kemudian di sampaikan ke rasulullah SAW secara mutawatir.

Ketika wahyu Al-Quran turun ke rasulullah, rasulullah SAW merasakan sesuatu yang sangat berat akan terjadi sampai suatu ketika rasulullah SAW mengeluarkan keringat yang sangat banyak.

Pembaca yang budiman, diantara cara di turunkanya wahyu dari allah ke malaikat jibril kemudian dari malaikat jibril ke rasulullah adalah dengan cara rasulullah SAW mendengar suara gemerincing lonceng, inilah cara wahyu di turunkan dan sangat berat di rasakan oleh rasulullah SAW, adapun yang kedua adalah malaikat jibril berpenampilan layaknya manusia biasa.

Akan tetapi kita tidak akan berlarut larut dalam hal itu meskipun hal itu penting sekali, namun ada hal yang ingin penulis sampaikan yaitu bagaimana cara Al-Quran menjaga siapa saja yang dekat dan sayang terhadap Al-Quran

Pembaca yang budiman, ketahuilah bahwasanya segala sesuatu yang ada kaitannya dengan Al-Quran pasti akan menjadi mulia dan tinggi derajatnya.

Kita ambil contoh, Allah SWT menciptkan beribu ribu malaikat namun hanya ada satu yang di pilih sebagai penghulu malaikat yaitu malaikat jibril, karena apa ? kedekatanya dengan Al-Quran.

Bulan hijriyah, ada apa dengan bulan hijriyah? ya di dalam bulan hijriah terdapat satu bulan yang sangat mulia yaitu bulan suci Ramadan dimana bulan tersebut telah di turunkan Al-Quran, maka Allah SWT jadikan bulan suci ramadhan sebagai bulan yang sangat agung, bulan yang penuh keberkahan, karena apa ? karena ada keterkaitanya dengan Al-Quran.

Rasulullah SAW. Beliaulah suri tauladan kita qudwah hasanah kita dalam berbagai aspek kehidupan, Allah SWT memilih beliau sebagai penghulu para nabi, nabi yang sangat mulia yang kelak di yaumul akhir hanya beliaulah yang bisa memberikan syafaatnya kepada kita.

Kenapa allah lebih memuliakan rasulullah dari nabi dan rasul yang lain ? ya jawabanya adalah karena rasulullah menyampaikan kalamullah firman Allah SWT maka allah jadikan beliau nabi yang sangat agung nabi yang sangat mulia dan dielu elu kan oleh orang luar islam sekalipun.

Jadi, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa jika anda ingin menjadi seorang yang mulia di hadapan allah dan di hadapan makhluk mulailah dekat dengan Al-Quran mulailah berlomba lomba menghafalkan Al-Quran, mulailah membaca Al-Quran walaupun itu hanya satu ayat sekalipun dan jika anda ingin penjagaan dari allah dekati pula Al-Quran.

Pembaca yang budiman, sesungguhnya allah telah menegaskan dalam Al-Quran bagi siapa saja yang dekat dengan Al-Quran allah akan jaga dia selalu entah itu orang kecil dewasa ataupun tua.

Allah SWT berfirman :

إِناَّ نَحْنَ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُوْنَ

Artinya : “Sesungguhnya kami yang menurunkan Al-Quran dan kami pula yang akan menjaganya” (Q.S al Hijr : 9 )

Akhir akhir ini media Indonesia di kejutkan dengan sebuah video penusukan salah seorang ulama besar yang datang dari negeri rasulullah SAW, seorang ulama yang penuh tawaddu dan tidak lupa juga beliau dekat dengan Al-Quran.

Orang orang yang memiliki keyakinan akan kedekatan beliau dengan allah dan Al-Quran pasti akan mengatakan “ini adalah bantuan dari allah yang dia janjikan kepada siapa saja yang dekat dengan Al-Quran”

Akan tetapi tanggapan orang orang yang berbeda akal fikirannya akan memberikan sebuah argumentasi “aaahh paling paling  orang yang menusuk beliau adalah orang yang gila mengidap kelainan jiwa”

La haula wala quwwata illa billah…saudaraku ingatlah beliau itu ulama karena sedikit saja engkau sakiti ulama hidupmu akan sengsara imam nawawi rahimahullah telah berkata di kutip dari perkataan ibnu asakir beliau berkata

اِعْلَمْ يَا أَخِيْ وَفَقَنِيَ اللهُ وَإِيَّاكَ لِمَرْضَاتِهِ أَنَّ لُحُوْمَ الْعُلَمَاءِ مَسْمُوْمَةٌ وَعَادَةُ اللهِ فِيْ هَتْكِ مُنْتَقِصِيْهِمْ مَعْلُوْمَةٌ وَأَنَّ مَنْ أَطْلَقَ لِسَانَهُ فِيْ الْعُلَمَاءِ بِالثَّلْبِ بَلَاهُ اللهُ قَبْلَ مَوْتِهِ بِمَوْتِ الْقَلْبِ

Artinya : “Ketahuilah wahai saudaraku, semoga Allah SWT memberikan taufiq kepadaku dan kepadamu untuk mencapai ridhonya bahwa daging ulama itu beracun (mematikan bagi yang mengkritik dan menyakitinya). Dan kebiasaan Allah SWT terhadap siapa saja yang mengkritik dan menyakitinya allah akan binasakan. Dan barang siapa yang membuka mulut untuk mengutuk para ulama, maka dia akan di hukum oleh allah dengan matinya hati sebelum kematian”.

Pembaca yang budiman, cukuplah Al-Quran dan hadist sebagai pegangan kita barang siapa yang berpaling dari keduanya pasti akan tersesat. Maka karena itu banyak orang yang tersesat karena meninggalkna Al-Quran.

Al-Quran kita tinggalkan maka kesesatan akan menghampiri. Sekarang kita bisa lihat perbedaan yang sangat jelas antara zaman salafushalih dan zaman sekarang ini yaitu kedekatan mereka  dengan Al-Quran.

Dahulu. Islam kuat karena para ulama, talibul ilmu, mujahidin, dekat dengan Al-Quran dekat dengan Allah SWT.

Di kisahkan ketika sa’ad ibnu abi waqqas ketika akan berperang dengan rustum panglima militer romawi yang dengan kekuatannya 180.000 negara adidaya di zamanya memiliki segala bentuk peralatan perang menghadapi 18.000 pasukan kaum muslimin yang hanya berkekuatan seadanya, ketika itu Rustum mengatakan kepada pengjaga malamnya “aku ingin engkau pergi ke perkemahan sa’ad untuk melihat apa yang di kerjakan pasukannya di malam hari, kalau siang hari aku tahu sifat mereka dan apa yang mereka kerjakan.

Seorang sahabat mengatakan “kami adalah kaum yang haus akan darah, jauh di negeri sebarang sana kami mengdengar bahwasanya darah orang orang romawi sangat lezat maka dari itu kami ingin meminumnya”.

Sang pengjagapun pergi melihat apa yang di perintahkan oleh rustum, setibanya di depan gerbang perkemahan sa’ad abi waqqas dia melihat satpam sa’ad abi waqqas sedang memuroja’ah hafalan Al-Qurannya yang lain sibuk dengan halaqohnya masing masing dan yang lain sibuk dengan solat malam.

Wallahi pembaca yang budiman, satpam hafidz Al-Quran bagaimana dengan yang lain bagaimana dengan panglima perangnya, kalau sudah satpamnya hafidz Al-Quran apalagi dengan panglima perangnya.

Al-Quran mereka jaga maka allah pun menjaga mereka karena itulah rustum mengatakan kepada pasukannya “selamat tinggal romawi tidak akan ada nama romawi setelah ini”.

Kenapa rustum mengatakan itu ? bukankah romawi pada saat itu Negara adidaya semua peralatan perang di miliki, Negara paling kuat pada saat itu ? alat super canggih mereka miliki.

Pembaca yang budiman, ternyata semua itu bukanlah rokemendasi orang untuk memenangkan sebuah pertempuran bukanlah tanda dari orang memenangkan sebuah peperangan, akan tetapi kemenangan yang hakiki akan di dapat ketika orang itu dekat dengan allah dekat dengan Al-Quran.

Dahulu seorang merasa risih ketika beliau meninggalkan Al-Quran, di kisahkan ketika khalid bin walid saifullah al maslul (pedang allah yang terhunus) pulang dari peperangan kemudian pergi ke masjid mengambil Al-Quran seraya mengatakan

شُغِلْنَا عَنْكَ بِالْجِهَادِ

Artinya : “Peperangan telah menyibukkan kami dari padamu (dari membacamu) al-Quran”

Pembaca yang budiman, terlihat sangat jelas sekali perbedaan kita dengan mereka, mereka di sibukkan dari pada menegakkan agama allah sedangkan kita di sibukkan dari pada android kita sendiri, naudzubillah mun dzalik.

Oleh karenanya marilah kita segera mendekatkan diri kita kepada allah dan mulai cinta dengan Al-Quran, semoga dengan cintanya kita kepada Al-Quran allah menjaga kita dari perbuatan keji.